FanFiction | Beauty and the Beast | Part 1 | PG15
Author : Kwon Hayong
Title : Beauty and the Beast
Cast : B2ST Member ; Apink Member
Genre : Fantasy; Sad; Romance; Friendship;
Length : Series
Rating : PG15
FanFiction by me!. So if you take these fanfiction PLEASE CREDIT ME !
And Dont Be Silent Reader!
_KwonHayong_
Mereka turun ke bumi. Bergaul dengan kita. Bahkan kita tidak bisa membedakan antara mereka dengan kita para manusia. Mereka telah merubah wujud mereka. Mereka mengubah wujud mereka menjadi sama seperti kita. Jiwa-jiwa dibumi terancam atas kehadiran mereka.
_KwonHayong_
Author P.O.V
Park Chorong, Yoon Bomi, Jung Eunji, Son Naeun, Kim Namjoo dan Hong Yookyung adalah segerombolan murid famous di Seoul International High School. Mereka tergabung dalam sebuah grup vocal sekolah mereka yang bernama A Pink. Mereka selalu menjadi teman satu kelas sejak kelas 1. Sebenarnya A Pink adalah grup vocal yang terdiri dari 7 yeoja. Tapi salah satu yeoja yang bernama Oh Hayoung keluar dari sekolah kerena ia pindah ke Paris mengikuti Appa dan Omma-nya.
Park Chorong P.O.V
“arrghht.. aku bosan” ucapku sambil membenamkan kepala di atas meja. Aku tidak lagi berkonsentrasi dengan pelajaran yang di berikan oleh Im Songsaemnim.
“Aku juga bosan, unni” ucap Yookyung dari arah belakang.
“Eeehhm, aku jugaa bosan” timpal Namjoo, teman sebangku Yookyung.
“Aku mengantuk. Im Songsaem mengajarkan perlajaran yang membuatku mengantuk, Hoooaaam…” Ucap Naeun dari arah depan dengan menguap lebar.
“Ya! Naeun. Kalau menguap kau harus tutup mulutmu. Jorok sekali kau itu” gerutu Eunji.
“Ahaha.. mian eunji~ah. Aku tidak sengaja” ucap Naeun sambil tertawa.
“Lakukan sekali lagi, maka aku akan pindah tempat duduk. Aku tak mau duduk disampingmu lagi.” Ancam Eunji.
“Ah.. Mianhae Eunji~ah. Aku janji tidak akan mengulangi-nya lagi” Ucap Naeun dengan menunjukkan tangannya yang membentuk huruf V.
“Ah. Kalian ini ribut sekali. Aku tidak bisa berkonsentrasi tau” timpal Bomi dengan nada sebal.
“eo? Tidak biasanya kau memperhatikan pelajaran Im Songsaem” ucapku penasaran.
“Ahahaha.. siapa juga yang memperhatikan pelajaran.” Ucap Bomi.
“Lalu?” timpal Eunji penasaran.
“Pasti kau sedang memperhatikan Ketua Kelas kita yaaa..” Goda Naeun.
“Ah.. Anni.. Anniyo” Elak Bomi.
“Lalu siapa?” Ucap Yookyung.
“Ahhh, ayolah Bomi~ah. Kau membuat kami penasaran” Timpal Namjoo yang diikuti anggukan setuju dari yang lain.
“Itu..” ucap bomi sambil menunjukkan jarinya kearah Namja yang duduk di sebelah sang Ketua Kelas itu.
“Mwo?” Pekikku histeris. Sontak seluruh murid di kelas 2-B menoleh kearah Chorong.
“Chorong? Ada apa. Kenapa kau memekik seperti itu?” tanya Im Songsaem.
“Ah, anniyo saem” jawabku gelagapan.
Kriiiiiiiiiiiiiiiiiing~
bel istirahat berbunyi…
“Baiklah. Kita akhiri pelajaran sampai disini. Dan jangan lupa kerjakan tugas yang saya beri tadi. Ingat, bila kalian tidak mengerjakaan-nya, kalian akan saya hukum. Arra.” Ucap Im Songsaem sambil meninggalkan kelas.
“Chorong, apa yang kau lakukan tadi? Kau hampir membuat telingaku tuli.” Ucap Bomi kesal.
“Mian. Aku hanya kaget saja tadi” ucapku enteng.
“Hhhmm, gwenchana.” Ucap Bomi datar.
“Hey! Ayo, kita kekantin. Aku lapar” ucap Naeun sambil mengelus-elus perutnya.
“Ahahah, kajja. Kita kekantin” ucap Eunji sambil memegang tangan Naeun.
“Ya. Kalian tidak mengajak kami” ucap Yookyung dan Namjoo hampir bersamaan.
“Ah, kalian mau ikut. Ikut saja.” Kata Eunji.
“Bomi~ah, kau tak ikut?” tanya Naeun.
“Ne aku ikut. Perutku juga sudah lapar” timpal Bomi.
“Chorong~ah kau….” . “Ani. Aku dikelas saja” potongku. Aku sudah tahu bila Bomi akan menanyaiku tentang pergi ke Kantin.
“Oooh, baiklah. Kami ke kantin dulu. Akan ku bawakan kau minuman nanti, annyeong Chorong~ah” ucap Bomi sambil keluar dari kelas menyusul yang lain.
Sepeninggalan yeoja yeoja itu aku hanya diam dan memandangi seluruh penjuru kelas. Hanya tinggal 2 Yeoja dan 6 Namja di kelas ini. Hanya aku dan Park Se Mi yeoja di kelas ini. Aku menghampiri bangku Park Se Mi yang leteknya di muka kelas dan meja belakang semi adalah meja sang Ketua kelas.
“Semi~ah, annyeong” ucapku ramah.
“Ah, Chorong. Annyeong. Duduklah.” Ucap Semi sambil menepuk-nepuk bangku kosong disebelahnya. Tanpa menunggu lama aku duduk di sebelah Semi.
“Ada apa Chorong~ah. Tak seperti biasanya kau mendatangi mejaku?” tanya Semi bingung.
“Anni. Aku hanya ingin berbincang-bincang denganmu” ucapku.
“Oooh, aku kira ada apa” balas Semi dengan penuh senyum.
“Park Semi~ssi. Aku pinjam PR-mu” ucap sebuah suara yang sontak mengagetkanku dan Semi.
“PR yang mana Gikwang-ssi?” tanya Semi.
“Matematika, Fisika, dan Bahasa Inggris” Ucapnya datar. Semi memberikan bukunya pada Gikwang.
“Semi~ah. Kenapa kau meminjamkan PR mu?” tanyaku penasaran.
“itu sudah biasa Chorong~ah. Biarkan saja” ucap Semi lemah lembut.
“Kau terlalu baik Semi~ah” ucapku sambil menepuk pelan punggung-nya.
Sekilas aku menoleh kebelakang. Ternyata Namja-namja itu tidak keluar untuk istirahat. Aku masih melihat mereka sedang menyalin PR Semi. Disana ada Dujun ketua kelas. Disebelahnya ada Hyunseung.
Dibelakang mereka ada Gikwang dan Dongwoon. Dan di belakangnya lagi ada Yoseob dan Junhyung. Aku sedikit heran pada mereka. Aku merasakan hawa tubuh ku berbeda bila dekat-dekat dengan mereka. Seolah-olah mereka adalah Monster jahat yang akan memakan tubuhku. Aku mengalihkan pandanganku kearah Park Semi. Aku melihatnya sedang bercermin merapikan rambutnya.
“Ahahah, semi~ah. Rambutmu sudah rapi. Jadi untuk apa kau terus-terusan mengacai-nya?” tanyaku.
“Chorong~ah. Rambut yang begini kau bilang rapi? Ini berantakan Chorong~ah” tanya Semi sambil menunjuk rambutnya yang berwarna merah.
“Ne. itu rapi tau. Kau mau tau rambut yang berantakan seperti apa?” tanya ku. Seketika itu juga aku mengacak-acak rambutnya.
Semi memanyunkan bibirnya “Chorong~ah. Kau jahat. Lihat saja aku akan membalasmu” ucap Semi sambil mengacak-acak rambutku.
”Ya! Semi. Hajima.. Hajima” pintaku sambil tertawa karena sekarang ia juga menggelitiki pinggangku.
“Ahahaha.. Rasakan itu Chorong~ah” ucapnya sambil tertawa puas. Aku memegangi perutku yang sakit karena tertawa tadi. Aku melihat Semi kembali merapikan rambutnya dengan bercermin. Aku mengambil paksa cermin yang dipegang Semi dan melihat model rambutku sekarang.
“ommo. Aku seperti hantu” ucapku tiba-tiba.
“Ahaha, bukan seperti hantu. Tapi memang hantu.” Ucap Semi sambil tertawa. Aku merapikan rambutku. Tak sengaja aku melihat pantulan bayangan Dujun dan teman-temannya dari cermin Semi yang kupegang.
“Dujun Hyung. Aku kekantin dulu. Kau mau nitip apa?” tanya Yoseob.
“Aku mau Cappucino” ucap Dujun.
“Baiklah..” ucap yoseob. Aku menurunkan cermin yang ku bawa. Aku melihat Yoseob melintas didepan mata ku menuju pintu keluar. Bahkan dia sempat tersenyum pada ku dan Semi. Tapi saat aku kembali bercermin aku tetap melihat bayangan Yoseob di cermin. Dia tampak sedang menulis. Sontak aku menoleh kebelakang. Aku melihat sudah tak ada Yoseob di sana. Hanya tersisa Dujun, Hyunseung, Junhyung, Gikwang dan Dongwoon. Aku kembali menatap cermin. Di sana tampak Yoseob sedang berbincang-bincang sengan Dongwoon dan Dujun. Lalu aku menolehkan kepalaku kebelakang lagi. Dan memang benar disana tidak ada Yoseob. Lalu aku menyadari sesuatu. Bayangannya tidak sepadan dengan Jiwa-nya. Tiba-tiba aku merasakan bulu kudukku berdiri.
“Chorong~ah, ayo temani aku ke kamar mandi” ajak Semi.
“ah, Neee” ucapku sambil mengikuti Semi keluar kelas. Sebelum aku benar-benar keluar kelas, aku menyempatkan melihat bangku Yoseob. Dan memang benar. Yoseob tidak ada di bangkunya.
To Be Continue…..